|
Puteri Tidur
|
User Rating:



/ 973
PoorBest
PoorBest
|
Dahulu kala, ada
sepasang Raja dan Ratu yang berbahagia, karena setelah bertahun-tahun
lamanya, akhirnya Ratu melahirkan seorang Puteri.
Raja dan Ratu
mengundang tujuh peri untuk datang dan memberkati Puteri yang baru saja lahir
itu.
Dalam acara megah yang
diselenggarakan sebagai penghormatan kepada para peri itu, masing-masing peri
memberikan berkat kepada sang Puteri.
Peri pertama mengatakan
“Kamu akan menjadi Puteri tercantik di dunia.”Peri kedua mengatakan “Kamu
akan menjadi seorang Puteri yang periang.”Peri ketiga mengatakan “Kamu akan
selalu mendapatkan banyak kasih sayang.”Peri keempat mengatakan “Kamu akan
dapat menari dengan sangat anggun.”Peri kelima mengatakan “Kamu akan dapat
bernyanyi dengan sangat merdu.”
Peri keenam mengatakan
“Kamu akan sangat pintar memainkan alat musik.”
Tiba2 datang peri tua
ke tengah acara itu. Ia sangat marah karena tidak diundang. Semua orang memang
sudah lama tidak pernah melihat peri tua itu, dan mengira bahwa ia sudah
meninggal atau pergi dari kerajaan itu.
Peri tua yang marah
itu mendekati sang Puteri dan mengutuknya “Jarimu akan tertusuk jarum pintal
dan kamu akan mati!” dan kemudian peri tua itu pun menghilang.
Semua orang sangat
terkejut. Ratu pun mulai menangis.
Peri ketujuh mendekati
sang Puteri dan memberikan berkatnya “Aku tidak bisa membatalkan kutukan,
tapi aku dapat memberikan berkatku supaya Puteri tidak akan mati karena terkena
jarum pintal, melainkan hanya tertidur pulas selama seratus tahun. Setelah
seratus tahun, seorang Pangeran tampan akan datang untuk membangunkannya.”
Raja dan Ratu merasa sedikit lega mendengarnya. Mereka lalu
mengeluarkan peraturan baru bahwa di kerajaan itu tidak boleh ada alat pintal
satu pun. Mereka menyita dan menghancurkan semua alat pintal yang ada di
kerajaan itu demi selamatan sang Puteri. Pada suatu hari disaat Puteri
berusia 18 tahun, Raja dan Ratu pergi sepanjang hari.
Karena kesepian, sang Puteri berjalan-jalan menjelajahi istana
dan sampai di sebuah loteng. Disana ia menjumpai seorang wanita tua yang
sedang memintal benang menggunakan alat pintal. Karena belum pernah
melihat alat pintal, sang Puteri sangat tertarik dan ingin mencoba.
Wanita tua itu sebenarnya adalah peri tua jahat yang dulu
mengutuknya. Saat sang Puteri mencoba alat pintal itu, ia pun dengan sengaja
menusukkan jarum pintal ke tangan sang Puteri.
Sang Puteri jatuh tak sadarkan diri dan tertidur karena terkena
kutukan. Peri tua jahat tertawa puas dan menghilang dalam kegelapan.
Saat Raja dan Ratu kembali, mereka dan seluruh pegawai kerajaan
kebingungan mencari sang Puteri. Saat mereka menemukannya, Raja tersadar
bahwa kutukan peri tua jahat telah menjadi kenyataan. Sang Puteri lalu dibawa
ke kamarnya dan dibaringkan di tempat tidurnya. Raja lalu mengirimkan kabar
mengenai peristiwa itu ke peri ketujuh yang baik hati.
Peri ketujuh yang baik hati lalu bergegas ke istana. Ia
memutuskan untuk menidurkan semua orang di kerajaan itu supaya kelak saat
kutukan sang Puteri berakhir mereka semua akan bangun
bersama-sama.
Dalam waktu singkat pohon-pohon besar dan semak belukar yang
lebat dan berduri tumbuh di seluruh wilayah kerajaan, sehingga sangat sulit
bagi siapapun untuk menerobosnya. Bahkan puncak-puncak istana pun hanya dapat
terlihat ujungnya saja. Karena menjadi sangat tertutup, sang Puteri dan
seluruh kerajaan menjadi aman, walaupun mereka semua tertidur.
Setelah masa seratus tahun berakhir, seorang Pangeran tampan
yang kebetulan sedang berburu di dekat wilayah kerajaan itu melihat
pucuk-pucuk istana itu. Ia sudah banyak mendengar cerita tentang kerajaan
itu, antara lain tentang istana yang dianggap berhantu, para penyihir, dan
cerita-cerita lain yang sangat menyeramkan yang sebenarnya tidak
benar.
Karena penasaran, saat kembali dari berburu sang Pangeran
mencari orang tua yang paling bijaksana dan pintar di kerajaan untuk
menanyakan tentang kerajaan tetangga yang penuh misteri itu.
Orang tua yang bijaksana itu lalu bercerita bahwa menurut
leluhurnya, di dalam istana di kerajaan yang misterius itu terbaring seorang
Puteri yang paling cantik di dunia, yang tertidur karena terkena kutukan dari
peri tua jahat. Sang Puteri akan terus tidur hingga ada seorang Pangeran yang
datang untuk membangunkannya.
Pangeran tampan yang pemberani itu lalu bergegas berangkat
menuju kerajaan misterius itu. Ia berniat untuk menyelamatkan sang Puteri.
Sang Pangeran berjuang menembus semak belukar dan pepohonan untuk dapat
mencapai kedalam wilayah kerajaan yang misterius itu.
Sesampainya disana, ia melihat banyak sekali orang dan hewan
peliharaan yang terbaring dimana-mana. Tetapi mereka tidak mati, sepertinya
mereka hanya tertidur sangat nyenyak. Pangeran lalu masuk ke dalam
istana. Disana ia pun melihat seluruh pegawai kerajaan yang tertidur
pulas.
Setelah berjalan-jalan
menjelajahi istana itu, sang Pangeran berhasil menemukan sang Puteri di
sebuah kamar. Sang Pangeran terpesona oleh kecantikan sang Puteri. Pangeran
pun berlutut dan memegang tangan sang Puteri. Saat itulah kutukan berakhir
dan sang Puteri membuka matanya. Ia menyambut sang Pangeran yang telah lama
ia tunggu dengan bahagia.
Dalam waktu yang bersamaan seluruh penghuni istana dan seluruh
kerajaan terbangun. Semak belukar dan pepohonan menghilang. Semua orang
kembali mengerjakan urusan mereka masing-masing. Raja dan Ratu juga terbangun
dan segera menyambut sang Pangeran dari kerajaan tetangga itu.
Tak lama kemudian, sang Puteri dan sang Pangeran tampan menikah.
Mereka lalu hidup berbahagia selamanya.
Dongeng anak populer, "Puteri Tidur" (Sleeping
Beauty), disadur dari berbagai sumber.
|

No comments:
Post a Comment